Menulis, Aktivitas Sederhana untuk Membantu Menjaga Ingatan di Usia Lanjut
Kondisi tersebut sering disebut masyarakat sebagai "pikun". Padahal, lupa sesekali belum tentu berarti seseorang mengalami demensia. Lupa menaruh kacamata, lupa nama seseorang yang jarang ditemui, atau sesaat lupa suatu kata dapat terjadi pada siapa saja.
Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan para lanjut usia untuk menjaga otak tetap aktif adalah menulis.
Menulis Membuat Otak Tetap Bekerja
Ketika seseorang menulis, sebenarnya bukan hanya tangan yang bekerja. Otak juga ikut bekerja untuk mengingat, memilih informasi, menyusun kata, membuat kalimat, dan menghubungkan satu pengalaman dengan pengalaman lainnya.
Misalnya, seorang opa atau oma menulis pengalaman ketika mengikuti kegiatan bersama keluarga. Ia perlu mengingat kapan kegiatan tersebut berlangsung, siapa saja yang hadir, apa yang dilakukan, dan bagaimana perasaannya saat itu.
Proses mengingat dan menyusun cerita tersebut menjadi aktivitas mental yang menarik dan bermanfaat.
Tidak Harus Menjadi Penulis
Menulis untuk menjaga otak tetap aktif tidak berarti harus menjadi penulis profesional.
Opa dan oma dapat memulainya dengan sangat sederhana.
Misalnya menulis:
"Hari ini saya bertemu teman-teman OOJ. Kami berbincang dan tertawa bersama. Rasanya senang bisa bertemu teman lama."
Hanya beberapa kalimat sudah cukup.
Bisa juga menulis pengalaman masa lalu, resep masakan keluarga, nama-nama teman, cerita masa kecil, pengalaman bekerja, perjalanan, kegiatan bersama cucu, atau hal menarik yang terjadi hari itu.
Menulis Pengalaman Masa Lalu Juga Menarik
Bagi para opa dan oma, sebenarnya ada kekayaan cerita yang tidak dimiliki generasi muda.
Pengalaman hidup puluhan tahun merupakan "arsip" yang sangat berharga.
Cerita tentang masa sekolah, pekerjaan pertama, kehidupan kampung, perjuangan membesarkan anak, pengalaman berumah tangga, hingga perjalanan hidup dapat dituliskan.
Selain menjadi latihan mengingat, tulisan tersebut dapat menjadi warisan cerita bagi anak dan cucu.
Suatu saat nanti, anak cucu dapat membaca bagaimana perjalanan kehidupan orang tua atau kakek-nenek mereka.
Tidak Perlu Lama
Menulis tidak harus dilakukan berjam-jam.
Cukup menyediakan waktu sekitar 10–15 menit setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu.
Yang terpenting adalah dilakukan secara rutin dan menyenangkan.
Bagi yang lebih nyaman menggunakan buku dan pulpen, silakan menulis dengan tangan. Bagi yang terbiasa menggunakan telepon pintar, bisa menulis menggunakan aplikasi catatan atau mengirim tulisan kepada teman.
Yang penting adalah otak tetap diajak berpikir dan mengingat.
OOJ Bisa Membuat "Catatan Kenangan"
Bagi anggota Oma Opa Jogja (OOJ), kegiatan menulis bahkan bisa dibuat menjadi aktivitas bersama.
Misalnya setiap anggota menulis satu cerita pendek dengan tema:
"Kenangan yang Tidak Pernah Saya Lupakan"
Atau:
"Pengalaman Masa Muda Saya"
"Kisah Pertemuan dengan Pasangan"
"Perjalanan Hidup Saya"
"Kenangan Bersama Anak dan Cucu"
Tulisan tersebut kemudian dapat dibagikan dalam grup OOJ.
Dengan demikian, kegiatan menulis bukan hanya menjadi latihan bagi otak, tetapi juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan mempererat persahabatan.
Menulis Bukan Obat Pikun
Perlu dipahami bahwa menulis bukan obat untuk pikun dan bukan jaminan seseorang tidak akan mengalami demensia.
Namun, aktivitas yang melibatkan otak secara aktif, termasuk membaca, menulis, belajar sesuatu yang baru, bersosialisasi, berolahraga, dan melakukan kegiatan yang bermakna merupakan bagian dari kebiasaan hidup yang baik untuk kesehatan kognitif.
Jika seseorang mengalami gangguan ingatan yang semakin berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Tetap Aktif, Tetap Berkarya
Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar dan berkarya tidak harus berhenti.
Menulis satu paragraf hari ini mungkin terlihat sederhana. Namun jika dilakukan terus-menerus, kita tidak hanya melatih kemampuan mengingat, tetapi juga meninggalkan jejak pengalaman hidup yang dapat dikenang oleh keluarga dan sahabat.
Jadi, mari para opa dan oma: jangan takut menulis. Tidak perlu bagus, tidak perlu panjang. Tulislah apa yang kita ingat, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita alami.
Karena setiap orang tua memiliki cerita, dan setiap cerita memiliki nilai.
PARA INFORMATIKA NEWS (PIN) – Menginspirasi, Memberi Informasi, dan Mengabadikan Cerita Kehidupan.
(Djoko Mranang Dasiman Sidji)

Komentar
Posting Komentar