Belajar dari Milad ke-75 SD Muhammadiyah Pepe Trirenggo Bantul Yogyakarta

Setiap sekolah tentu memiliki cara tersendiri dalam memperingati hari jadinya. Ada yang menggelar jalan sehat, pentas seni, bakti sosial, hingga seminar pendidikan. Namun, ada pula yang memilih memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitasnya.

Hal inilah yang dilakukan SD Muhammadiyah Pepe, Trirenggo, Bantul saat memperingati Milad ke-75 pada 4 Agustus 2026. Sekolah tersebut mengundang murid-murid Taman Kanak-kanak (TK) di wilayah Kelurahan Trirenggo dan sekitarnya untuk mengikuti lomba mewarnai gambar dan seni lukis.

Sekilas kegiatan ini mungkin tampak sederhana. Namun, jika dicermati lebih dalam, kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan yang sangat besar.

Kreativitas Perlu Diasah Sejak Usia Dini

Masa kanak-kanak merupakan periode emas dalam perkembangan kreativitas. Melalui kegiatan mewarnai dan melukis, anak-anak belajar mengenal warna, melatih koordinasi tangan dan mata, meningkatkan konsentrasi, serta mengembangkan keberanian untuk menuangkan imajinasi mereka ke dalam sebuah karya.

Dalam perlombaan seperti ini, yang terpenting bukan hanya menjadi juara, tetapi memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk belajar, mencoba, dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri.

Milad Menjadi Momentum Berbagi

Peringatan hari jadi sekolah seharusnya tidak hanya menjadi seremoni internal, tetapi juga menjadi momentum berbagi manfaat kepada masyarakat.

Dengan mengundang anak-anak TK, SD Muhammadiyah Pepe tidak hanya merayakan usia ke-75, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan sekolah-sekolah di sekitarnya serta memperkenalkan lingkungan belajar yang ramah bagi calon peserta didik.

Sekolah dan Masyarakat Tumbuh Bersama

Sekolah yang baik bukan hanya mencetak lulusan yang berprestasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat.

Kegiatan yang melibatkan sekolah lain, orang tua, tokoh masyarakat, maupun alumni akan memperkuat hubungan sosial sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Dalam kegiatan Milad ke-75 ini, hadir pula para sesepuh sekolah dan anggota DPRD Kabupaten Bantul, Suwandi, S.IP., yang juga merupakan alumni SD Muhammadiyah Pepe. Kehadiran alumni menjadi bukti bahwa hubungan antara sekolah dan para lulusannya dapat terus terjalin meskipun telah bertahun-tahun berlalu.

Dokumentasi Menjadi Warisan Berharga

Sering kali sebuah kegiatan selesai begitu saja tanpa meninggalkan jejak yang dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Padahal, dokumentasi melalui foto, video, maupun artikel di media merupakan bagian penting dari sejarah perjalanan sebuah sekolah. Dokumentasi bukan sekadar arsip, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi sekolah lain yang ingin mengembangkan kegiatan serupa.

Penutup

Usia 75 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Selama lebih dari tujuh dekade, SD Muhammadiyah Pepe telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di Kabupaten Bantul.

Semoga semangat untuk mendidik, menginspirasi, dan menumbuhkan kreativitas anak-anak terus menjadi bagian dari perjalanan sekolah ini di masa yang akan datang.

Karena pada akhirnya, sekolah bukan hanya tempat anak belajar membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga tempat mereka menemukan potensi terbaik dalam dirinya.

"Sekolah yang hebat tidak hanya dikenang karena usianya yang panjang, tetapi karena terus memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, berkarya, dan bermimpi."

Penulis : Mujiyoko, B.Sc.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam 1 Suro: Saat Jawa Menundukkan Diri dalam Hening

SISA KUOTANYA KEMANA ?

💪 Semangat di Masa Pensiun – Antara Rutinitas yang Berhenti dan Hidup yang Baru Dimulai