Pengalaman nyata

Rokok Kretek dan Tensi: Sebuah Pengalaman Nyata (Tapi Jangan Ditiru Mentah-mentah ya 😄)

Disclaimer: Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. Bukan anjuran medis. Untuk keputusan kesehatan, tetap konsultasikan ke dokter.

Ketika saya masih tinggal di Dusun Jogroho, Keyongan, Sabdodadi, Bantul, saya aktif mengikuti kegiatan pengajian Yasinan bersama tetangga. Suatu hari, datang beberapa mahasiswa PKL dari Keperawatan UGM yang ingin memberi penyuluhan kesehatan kepada kami.

Salah satu mahasiswa menjelaskan bahaya merokok, termasuk risiko tekanan darah tinggi. Setelah penyuluhan, mereka membuka sesi pengecekan tensi darah secara gratis untuk semua peserta pengajian.

Dalam hati saya berkata, “Saya ini perokok berat, tapi saya yakin tensi saya normal.” Tibalah giliran saya. Hasil tensi saya: 115/80. Saya tersenyum dan bilang kepada si mbak mahasiswa:

“Mbak, saya ini perokok berat lho. Tapi kok tensi saya normal ya? Tadi katanya perokok bisa tensinya tinggi.”

Si mbak hanya terdiam. Entah karena kaget atau bingung. Saya sendiri punya teori pribadi: rokok kretek tanpa filter bisa membantu menahan tensi agar tetap stabil, sedangkan rokok berfilter tidak terlalu berdampak.

Karena penasaran, saya bereksperimen kecil-kecilan. Saya mengunjungi seorang teman yang tensinya 150/100. Saya suruh dia tensi dulu, lalu saya beri rokok Djarum 76. Setelah satu batang habis, saya suruh tensi ulang. Hasilnya turun jadi 130/90.


Refleksi

Saya tahu ini bukan pembenaran untuk merokok, apalagi untuk pemula. Tapi pengalaman ini membuat saya berpikir, mungkin ada banyak faktor yang memengaruhi tensi, bukan hanya rokok. Bisa jadi sugesti, bisa juga jenis rokok, atau metabolisme tubuh seseorang.

Catatan saya: Jangan ditiru tanpa pemahaman dan pengawasan. Setiap orang punya reaksi tubuh yang berbeda. Rokok tetap punya banyak risiko, jadi bijaklah dalam menyikapinya.

Salam sehat dan penuh hikmah,
Mujiyoko, B.Sc.

👍 Like | 💬 Komentar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

💪 Semangat di Masa Pensiun – Antara Rutinitas yang Berhenti dan Hidup yang Baru Dimulai

SISA KUOTANYA KEMANA ?

Nyadran di Dusun Pepe RT 01 Digelar, Warga Antusias Ikuti Doa Bersama