Sejarah PIC
Sejarah LPK Para Informatika: Dari Ruang Kecil di Bantul hingga Menjadi Inspirasi Digital
Oleh Mujiyoko, B.Sc.
🌱 Awal Mula: Semangat Belajar di Era Komputer Awal
Tahun 1990 menjadi tonggak penting dalam sejarah dunia komputer di Bantul, Yogyakarta. Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya akses teknologi, berdirilah LPK Para Informatika Computer (PIC) — sebuah lembaga pelatihan yang lahir dari tekad sederhana: membuka jalan pengetahuan komputer bagi masyarakat luas.
Didirikan oleh Mujiyoko, B.Sc., lembaga ini bermula dari sebuah ruangan kecil di Dusun Gose, Bantul, Bantul. Waktu itu, komputer masih dianggap barang mewah. Namun semangat belajar dan rasa ingin tahu dari para pemuda membuat ruangan sederhana itu hidup dengan suara ketikan keyboard dan deru printer dot matrix legendaris merk Epson LX-800.
💻 Masa Keemasan: Mencetak Ratusan Alumni ke Seluruh Indonesia
Dalam kurun waktu 1990–2007, LPK Para Informatika berkembang pesat. Meluluskan ratusan siswa (lulus ujian tingkat lokal dan lulus ujian tingkat Nasional) dari berbagai daerah datang untuk belajar dasar-dasar komputer, mengetik 10 jari, WordStar, dBase III+, Lotus 123, dan aplikasi lain yang kini menjadi sejarah komputer klasik.
Banyak alumni PIC yang kemudian:
- Bekerja di instansi pemerintah, sekolah, dan perusahaan swasta,
- Membuka usaha komputer mandiri,
- Bahkan mengajar dan menularkan ilmu ke generasi berikutnya.
Setiap angkatan memiliki kenangan unik — mulai dari listrik padam saat praktik, disket rusak karena magnet, hingga tawa di sela-sela belajar mengetik buta. Bagi sebagian besar alumni, PIC bukan sekadar tempat kursus, tapi tempat menempa mental, kedisiplinan, dan cinta terhadap teknologi.
⚙️ Inovasi dan Eksperimen Unik
Salah satu ciri khas PIC adalah semangat eksperimen. Mujiyoko, B.Sc. sendiri dikenal gemar meneliti dan mencoba hal-hal baru, bahkan di luar kebiasaan zaman itu. Salah satu eksperimen yang paling berkesan adalah mengubah logo WordStar dan dBase III+ menjadi logo “ES JAYA” — dilakukan dengan editor hex dan program Norton Editor di era DOS!
Eksperimen-eksperimen seperti inilah yang membuat para siswa belajar bukan hanya mengoperasikan komputer, tetapi juga memahami isinya.
🕯️ Tahun 2007: Menutup Lembaga, Tapi Tidak Menutup Ilmu
Setelah beroperasi selama 17 tahun, LPK Para Informatika resmi berhenti pada tahun 2007. Namun penutupan itu bukan akhir — melainkan awal babak baru. Semangat pendidikan tetap diteruskan lewat blog Para Informatika yang kini menjadi wadah nostalgia, berbagi pengetahuan, dan menyapa alumni di seluruh Indonesia.
Melalui blog ini, semangat “belajar seumur hidup” tetap dijaga. Para alumni kini bisa kembali membaca kisah lama, belajar hal baru tentang digital marketing, AI, dan produk digital siap jual ulang — semua dalam semangat dari PIC untuk Indonesia.
🌏 Warisan Digital: Dari Keyboard ke Dunia Online
Kini, di usia pensiun, Mujiyoko, B.Sc. terus melanjutkan misinya lewat dunia digital. Dari Bantul, beliau membangun kembali jaringan alumni dan mengembangkan berbagai produk digital edukatif. Teknologi boleh berubah, tapi nilai dasarnya tetap sama:
“Belajar, Berbagi, dan Berkarya tanpa Batas.”
Blog ini adalah bentuk penghargaan bagi semua alumni yang pernah duduk di depan komputer PIC — mengetik, belajar, dan bermimpi.
🙌 Penutup: Dari PIC untuk Generasi Masa Kini
LPK Para Informatika adalah bagian dari sejarah pendidikan komputer di Bantul - Yogyakarta. Kini, semangat itu hidup kembali lewat platform digital yang modern, menjembatani generasi lama dan generasi baru dalam dunia teknologi dan spiritualitas.
“Teknologi hanyalah alat, tapi semangat belajar adalah sumber cahaya yang tak akan padam.”
Komentar
Posting Komentar