IWO Indonesia
Mengabdi Lewat Budaya: Kisah Saya di IWOI Bantul
Di usia pensiun, saya merasa hidup ini justru memberi ruang baru untuk terus berkarya. Salah satunya adalah ketika saya dipercaya untuk ikut serta dalam pembentukan Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Bantul. Sebuah organisasi yang menghimpun para wartawan dan pegiat media daring di daerah.
Menariknya, saya ditempatkan di Divisi Kebudayaan. Bagi saya, ini bukan sekadar amanah organisasi, melainkan juga bentuk pengabdian. Budaya adalah napas kehidupan masyarakat kita, dan melalui IWOI, saya ingin menghadirkan kisah, liputan, dan catatan yang tidak hanya informatif tetapi juga meneguhkan jati diri bangsa.
Suasana pertemuan perdana penuh semangat kekeluargaan. Kami berdiskusi tentang arah gerakan, program yang bisa digarap, dan bagaimana IWOI bisa menjadi wadah yang sehat bagi para pegiat media online. Meski baru terbentuk, semangat kebersamaan itu terasa kental, membuat saya yakin organisasi ini punya masa depan yang cerah.
Sebagai seorang blogger yang terbiasa menulis di Para Informatika, saya melihat dunia digital sebagai ruang luas untuk merawat sekaligus memperkenalkan budaya kita ke masyarakat, baik lokal maupun global. Dengan bergabung di IWOI, saya ingin menjadikan tulisan, liputan, dan dokumentasi budaya sebagai bagian dari warisan digital untuk generasi mendatang.
Bagi saya, bergabung di IWOI bukan sekadar status keanggotaan, tetapi juga perjalanan baru untuk tetap memberi manfaat, meski usia terus bertambah. Saya percaya, selama ada niat untuk berbagi, selalu ada jalan untuk mengabdi.
— Mujiyoko, B.Sc.
📌 Baca juga: Apa itu IWOI?
Mantab berisi, lanjut berkreasi untuk tebar ilmu dg penuh rasa empati disetiap kata sampai kalimatnya. Bersama IWO-I bisa
BalasHapusTerima kasih apresiasinya bro 🙏👍
Hapus