Hati-Hati Konten “Koin Lama Dibeli Ratusan Juta” di Media Sosial

Foto contoh konten 

Bantul. parainformatika.com -- Belakangan ini di Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp banyak beredar konten seperti:

  • “Koin ini dibeli 100 juta per keping”
  • “Cukup bilang "punya", "hadir", "ada",  siap jemput lokasi”
  • “Uang kuno tertentu dicari kolektor miliaran rupiah”

Sekilas memang menggiurkan.

Namun masyarakat perlu lebih berhati-hati dan berpikir logis agar tidak terjebak informasi menyesatkan.

Mengapa Konten Seperti Ini Mudah Viral?

Karena menyentuh harapan banyak orang:

  • ingin mendapat uang cepat,
  • berharap benda lama di rumah bernilai tinggi,
  • atau takut kehilangan kesempatan.

Pembuat konten biasanya memakai:

  • gambar uang bertumpuk,
  • judul bombastis,
  • kata-kata sensasional,
  • dan iming-iming harga fantastis.

Tujuannya agar orang:

  • penasaran,
  • membagikan posting,
  • atau menghubungi nomor tertentu.

Apakah Semua Koin Lama Mahal?

Tidak.

Memang ada beberapa uang kuno yang bernilai tinggi, tetapi biasanya:

  • sangat langka,
  • kondisi masih bagus,
  • memiliki sejarah khusus,
  • dan dijual melalui kolektor resmi atau lelang terpercaya.

Bukan sembarang koin biasa yang tiba-tiba dihargai ratusan juta rupiah.

Ciri-Ciri Konten Menyesatkan

1. Harga Tidak Masuk Akal

Contoh:

  • koin biasa dihargai ratusan juta,
  • uang lama umum disebut langka.

Padahal barang langka sungguhan memiliki data dan pasar kolektor yang jelas.

2. Tidak Ada Bukti Transaksi Nyata

Biasanya hanya:

  • foto uang,
  • screenshot,
  • atau narasi bombastis.

Tetapi tidak ada:

  • bukti pembayaran,
  • kantor resmi,
  • atau identitas pembeli jelas.

3. Menggunakan Kalimat Pemancing

Seperti:

  • “Siap jemput lokasi”
  • “Langsung cair”
  • “Khusus hari ini”
  • “Jangan sampai terlambat”

Kalimat seperti ini sering dipakai untuk membuat orang panik dan tergoda.

4. Ujung-Ujungnya Minta Uang

Inilah yang paling berbahaya.

Korban kadang diminta:

  • biaya admin,
  • biaya survei,
  • biaya keamanan,
  • atau transfer jaminan.

Setelah uang dikirim, pelaku menghilang.


Cara Aman Menghadapi Konten Seperti Ini

Jangan Mudah Percaya

Gunakan logika sehat.

Kalau benar semudah itu mendapatkan ratusan juta, tentu semua orang sudah kaya.

Jangan Transfer Uang

Apalagi kepada orang yang tidak dikenal.

Cek Informasi dari Sumber Resmi

Cari:

berita terpercaya,

komunitas numismatik,

atau kolektor resmi.

Jangan Berikan Data Pribadi

Hindari mengirim:

  • KTP,
  • nomor rekening,
  • OTP,
  • atau foto pribadi.

Edukasi Digital Sangat Penting

Di era media sosial sekarang, kita harus:

  • cerdas,
  • teliti,
  • dan tidak mudah terbawa viral.

Tidak semua yang ramai di internet adalah fakta.

Kadang yang viral justru dibuat untuk:

  • mencari perhatian,
  • menaikkan viewer,
  • atau bahkan menipu masyarakat.

Penutup

Mari bijak menggunakan media sosial.

Sebelum percaya:

cek dulu logikanya, sumbernya, dan kebenarannya.

Jangan sampai keinginan mendapatkan keuntungan cepat malah berakhir menjadi korban penipuan.

Bagikan edukasi ini agar semakin banyak masyarakat terhindar dari konten menyesatkan di media sosial.

Bagikan artikel ini ke:



Penulis

Mujiyoko, B.Sc.

- Pendiri LPK Para Informatika Computer (1990-2007)
- Penulis & Edukator  (2003-sekarang)
- Pendiri Para Informatika News (www.parainformatika.com) (2025}





Komentar