Pameran Arsip KERTAS 2025 Angkat Tema “SETARA: Merekam Perempuan dalam Ruang Demokrasi
Pameran Arsip KERTAS 2025 Angkat Tema “SETARA: Merekam Perempuan dalam Ruang Demokrasi”
Yogyakarta, 8 November 2025 — Pameran arsip tahunan KERTAS kembali digelar di Gedung Iso Reksohadiprojo, Departemen Bahasa, Seni, dan Manajemen Budaya, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan berlangsung pada 8–15 November 2025, terbuka untuk umum, dan dapat dikunjungi secara gratis.
Mengusung tema “Setara: Merekam Perempuan dalam Ruang Demokrasi”, pameran menghadirkan refleksi atas jejak perjuangan, partisipasi, dan representasi perempuan dalam sistem demokrasi Indonesia.
Lebih dari 260 arsip—berupa foto, teks, data, dan audio-visual—diolah menjadi infografis interaktif. Mahasiswa Program Studi Kearsipan, Sekolah Vokasi UGM, mengajak publik menelusuri dinamika perempuan dalam ruang demokrasi: mulai partisipasi politik, represi sosial, hingga berbagai bentuk resistensi terhadap ketimpangan.
Irfan Rizky Darajat, S.I.P., M.A. (Penanggung jawab kegiatan) menyatakan bahwa pameran ini bukan hanya ruang dokumentasi, melainkan juga forum diskusi sosial. “Pameran ini dapat membantu melihat cara pandang lain tentang bagaimana arsip bisa dijadikan medium diskusi sosial,” ujarnya.
Ruang pameran
Pameran terbagi menjadi tiga ruang tematik: Partisipasi, Represi, dan Resistensi.
- Ruang Partisipasi: Menyoroti keterlibatan perempuan dalam Trias Politika, menampilkan tokoh-tokoh pionir seperti Maria Ulfah, S.K. Trimurti, Sri Widoyati, Siti Sukaptinah, dan Supeni Pudjobuntoro, serta peta representasi perempuan di DPR, Pilkada, dan lembaga yudikatif sebelum dan sesudah reformasi. Ruang ini juga menampilkan peran NGO pendamping perempuan seperti Mitra Wacana, Mama Aleta Fund, Beranda Migran, dan SP Kinasih.
- Ruang Represi: Menelusuri berbagai bentuk penindasan dan diskriminasi terhadap perempuan—dari kekerasan seksual, femisida, hingga perampasan tanah adat dan domestikasi peran perempuan. Salah satu sorotan adalah kisah Mama Aleta Baun, aktivis tenun dari NTT yang memimpin perlawanan terhadap tambang marmer melalui aksi menenun bersama di lokasi tambang.
- Ruang Resistensi: Menampilkan ketahanan dan solidaritas perempuan lewat aksi unjuk rasa, tulisan, aktivisme digital, dan karya seni—menegaskan bahwa resistensi juga berupa pencatatan dan pengarsipan pengalaman perempuan.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses publik, panitia menyediakan guidebook digital yang dapat diunduh melalui situs resmi: https://pameranarsip.sv.ugm.ac.id/koleksi/. Panduan memuat kurasi tema, penjelasan tiap ruang, dan daftar koleksi untuk memudahkan penjelajahan pameran secara luring maupun daring.
Reporter: 7ok/red
Editor: Redaksi Para Informatika — Bantul, Yogyakarta
Bagikan: Facebook | WhatsApp | X
Hak Cipta © 2025 — Pameran Arsip KERTAS, Sekolah Vokasi UGM
Komentar
Posting Komentar