Hal Sepele yang Sering Diabaikan: Etika Duduk Saat Kenduri dan Jagongan
Dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di lingkungan pedesaan, ada banyak pelajaran etika yang sebenarnya sangat sederhana tetapi memiliki makna yang dalam. Sayangnya, karena dianggap hal kecil, sering justru terabaikan.
Salah satu contoh yang sering terjadi adalah ketika menghadiri acara kampung seperti kenduri, tahlilan, rapat warga, atau jagongan. Biasanya para tamu duduk lesehan berjajar di atas tikar. Suasananya akrab, sederhana, dan penuh kebersamaan.
Namun ada situasi kecil yang menarik untuk dicermati.
Misalnya ada 10 orang duduk berjajar. Kemudian orang di posisi nomor 4 dan 5 ternyata sudah lama tidak bertemu. Karena merasa senang, mereka lalu terlibat percakapan serius. Tanpa sadar, salah satu atau keduanya mengubah posisi duduk dengan sedikit membelakangi orang di nomor 3 atau nomor 6.
Secara niat tentu tidak ada maksud buruk. Mereka hanya terbawa suasana.
Tetapi dari sudut pandang orang nomor 3 atau 6, situasinya bisa berbeda. Mereka mungkin merasa:
- Kurang dihargai
- Seperti tidak dianggap ada
- Atau minimal merasa kurang nyaman
- Padahal ini hanya soal posisi badan.
Di sinilah pentingnya kepekaan sosial.
Dalam budaya Jawa sebenarnya ada solusi yang sangat sederhana namun sangat elegan, yaitu meminta izin atau meminta maaf terlebih dahulu.
Cukup dengan kalimat ringan seperti:
"Nyuwun sewu nggih Pak, kulo badhe ngendikan sekedap."
(Mohon maaf ya Pak, saya mau ngobrol sebentar.)
Kalimat sederhana ini memiliki dampak besar:
- Orang yang di samping tidak merasa diabaikan
- Suasana tetap rukun
- Menunjukkan sikap hormat
- Menjaga perasaan orang lain
Inilah yang dalam budaya Jawa disebut tepa selira, yaitu kemampuan menempatkan diri dengan memperhatikan perasaan orang lain.
Orang yang memiliki kebiasaan seperti ini biasanya bukan karena pendidikan tinggi, tetapi karena pendidikan karakter dari lingkungan dan pengalaman hidup.
Justru di situlah letak nilai luhur masyarakat kita dahulu. Mereka mungkin hidup sederhana, tetapi sangat kaya dalam tata krama.
Pelajaran penting dari hal kecil ini adalah:
Kesopanan tidak selalu terlihat dari hal besar, tetapi justru dari perhatian terhadap hal-hal kecil yang sering dianggap sepele.
Kadang orang tidak ingat apa yang kita bicarakan, tetapi orang selalu ingat bagaimana kita memperlakukan mereka.
Maka mari kita biasakan:
- Peka terhadap posisi kita di antara orang lain
- Menjaga perasaan orang di sekitar kita
- Membiasakan meminta izin dalam hal kecil
Karena menghargai orang lain tidak membutuhkan biaya, hanya membutuhkan kesadaran.
Dan seringkali, justru dari hal-hal kecil itulah terlihat kualitas kepribadian seseorang. 🙏
Belajar komputer penting, tetapi belajar menghargai manusia jauh lebih penting.
👉 Baca artikel etika 👇
1. Cara Berjabat Tangan yang Sopan: Hal Kecil yang Menunjukkan Kepribadian
2. .Pentingnya Mengucapkan Permisi Saat Lewat di Depan Rumah Orang
3. Etika Bertamu yang Mulai Hilang
4. Sikap saat Rapat Warga: Cermin Kedewasaan dalam Bermasyarakat
5. Cara Menyela Pembicaraan yang Santun: Seni Berbicara dalam Pergaulan
6. Adab Menggunakan HP saat Bertemu Orang: Ujian Kesopanan di Zaman Digital
Bagikan artikel ini ke :📘 Facebook | ✖ X | 💬 WhatsApp
📘 Facebook | ✖ X | 💬 WhatsApp
Ditulis oleh:

Komentar
Posting Komentar