Apakah Tulisan di Website Saya Berguna ?
Apakah Tulisan di Website Saya Berguna?
Malam hari. Suasana sudah lebih tenang. HP ada di tangan. Saya membuka halaman blog sendiri. Angkanya tidak selalu besar. Kadang naik. Kadang sunyi view. Lalu pertanyaan itu datang pelan-pelan:
Apakah tulisan saya berguna?
Bukan pertanyaan untuk orang lain. Tapi untuk diri sendiri. Dua ratus artikel bukan angka yang direncanakan sejak awal.
Semua berawal dari keinginan sederhana: menulis apa yang saya pikirkan, apa yang saya lihat, dan apa yang saya rasakan di sekitar dusun, desa, kehidupan kecil yang sering luput dari sorotan.
Saya pernah senang ketika view naik. Pernah deg-degan saat baru publish. Pernah juga merasa hening ketika angka view tak bergerak naik.
Di situlah pertanyaan ini semakin sering muncul. Apakah tulisan saya hanya lewat seperti angin? Ataukah ada yang benar-benar membaca sampai selesai?
Adakah yang tergerak melakukan sesuatu setelahnya?
Saya pernah berpikir, mungkin ukuran keberhasilan adalah banyaknya pembaca. Seratus. Dua ratus. Tiga ratus. Tapi lama-lama saya sadar, angka tidak selalu sama dengan dampak.
Tiga ratus orang membaca lalu menutup halaman tanpa perubahan apa pun, mungkin hanya lalu lintas.
Namun satu orang membaca, lalu mencoba membuka warung kecil di teras rumahnya. Itu perubahan. Dan bagi saya, satu perubahan kecil itu sudah cukup.
Di desa, petani menanam benih tanpa tahu mana yang akan tumbuh. Tidak semua benih menjadi tanaman. Tidak semua tanaman berbuah. Tapi ia tetap menanam. Karena kalau tidak menanam, pasti tidak ada yang tumbuh.
Mungkin tulisan juga begitu. Namun itu adalah benih. Saya tidak tahu tulisan mana yang akan berakar. Saya tidak tahu siapa yang diam-diam membaca di sela waktu ronda atau istirahat kerja. Saya tidak tahu siapa yang mungkin terinspirasi, walau sedikit.
Dan mungkin saya memang tidak perlu tahu. Menulis, bagi saya, bukan lagi soal ramai atau sepi view. Bukan soal viral atau tenggelam.
Menulis adalah cara saya ikut berbuat, walau kecil. Ikut menyumbang pikiran, walau sederhana. Ikut menjaga percakapan tentang desa, tentang warung kecil, tentang kehidupan yang nyata.
Jadi, apakah tulisan saya berguna?
Saya tidak punya jawabannya secara pasti. Tapi selama saya menulis dengan niat baik, selama saya tidak berhenti belajar, dan selama ada kemungkinan satu orang saja tergerak, maka saya akan terus menulis.
Karena mungkin, dampak terbesar tidak selalu terlihat, kegunaan sejati tidak selalu terdengar gaduh.
Jika Anda membaca ini sampai akhir, mungkin pertanyaan ini juga pernah singgah di pikiran Anda. Dan jika iya, mari kita tetap menanam, menulis. Walau pelan. Walau sunyi view. Walau tanpa tepuk tangan.
.
👉 Baca juga Kumpulan Induk Artikel yang mungkin bermanfaat:
- Legal Center - Para Informatika News
- Tips Membeli Laptop/Personal Computer (PC) Sesuai Kebutuhan dan Budget: Bijak Sebelum Memutuskan
- PANDUAN MENJADI CONTENT CREATOR UNTUK PEMULA
- PANDUAN MELAMAR PEKERJAAN BAGI PEMULA (Fresh Graduate)
- Panduan Google AdSense untuk Blogger
- PANDUAN MENDIRIKAN/ MENGELOLA WARUNG DI DUSUN/DESA
- Seri MENGENANG SEPEREMPAT ABAD Y2K
- Dukung Para Informatika News (PIN) - Bilingual
Bagikan Artikel Ini ke:
Ditulis oleh:
Mujiyoko, B.Sc.
- Direktur LPK Para Informatika Computer Yogyakarta (1993-2007)
- Instruktur Komputer (1987-2007)
- Penulis & Edukator (2003-Sekarang)

Komentar
Posting Komentar