G. Teknik Dasar Wawancara Jurnalistik bagi Jurnalis Pemula (Seri 16)
Teknik Dasar Wawancara Jurnalistik bagi Jurnalis Pemula (Seri 16 dari 35 Seri)
Pendahuluan
Wawancara adalah jantung jurnalistik. Berita yang kuat hampir selalu lahir dari wawancara yang tepat. Namun bagi jurnalis pemula, wawancara sering terasa kaku, canggung, bahkan membingungkan.
Artikel ini membahas teknik dasar wawancara jurnalistik agar pemula mampu menggali informasi secara efektif, etis, dan profesional.
1. Pahami Tujuan Wawancara
Sebelum bertanya, jurnalis harus tahu apa yang ingin didapatkan.
Tentukan:
- Informasi apa yang dibutuhkan
- Peran narasumber dalam peristiwa
- Batasan topik wawancara
Tanpa tujuan, wawancara mudah melebar dan kehilangan fokus.
2. Susun Pertanyaan dari Umum ke Khusus
Teknik dasar yang aman adalah bertanya secara bertahap.
Urutan ideal:
- Pertanyaan pembuka (ringan dan umum)
- Pertanyaan inti (fakta dan penjelasan)
- Pertanyaan pendalaman (klarifikasi, dampak)
Urutan ini membantu narasumber lebih nyaman berbicara.
3. Gunakan Pertanyaan Terbuka
Pertanyaan terbuka mendorong jawaban lebih kaya.
Contoh:
- “Bagaimana proses kejadian tersebut?”
- “Apa yang Bapak/Ibu rasakan saat itu?”
Hindari terlalu banyak pertanyaan ya/tidak kecuali untuk konfirmasi.
4. Jangan Menyisipkan Opini dalam Pertanyaan
Kesalahan umum pemula adalah:
- Mengarahkan jawaban
- Menyiratkan penilaian
- Menghakimi
Pertanyaan harus netral, agar jawaban tetap objektif.
5. Dengarkan Jawaban Secara Aktif
Wawancara bukan lomba bertanya.
Lakukan:
- Fokus mendengarkan
- Catat poin penting
- Ajukan pertanyaan lanjutan jika perlu
Sering kali informasi terbaik muncul di luar daftar pertanyaan.
6. Klarifikasi Bila Jawaban Tidak Jelas
Jika jawaban:
- Terlalu umum
- Membingungkan
- Berpotensi salah tafsir
Jangan ragu meminta penjelasan ulang dengan sopan. Klarifikasi adalah tanggung jawab profesional, bukan tanda kebodohan.
7. Jaga Etika dan Sikap Selama Wawancara
Selama wawancara:
- Jangan memotong pembicaraan
- Jaga nada suara
- Hormati waktu narasumber
Etika yang baik membuka peluang wawancara lanjutan di masa depan.
8. Akhiri dengan Konfirmasi dan Ucapan Terima Kasih
Sebelum mengakhiri:
- Ringkas poin penting
- Konfirmasi nama, jabatan, dan kutipan
- Ucapkan terima kasih
Penutup yang baik memperkuat hubungan profesional.
Penutup
Teknik wawancara jurnalistik tidak membutuhkan kecerdasan luar biasa, tetapi latihan, kesabaran, dan kepekaan. Jurnalis pemula yang menguasai dasar wawancara akan lebih mudah menghasilkan berita yang akurat dan bernilai.
Wawancara yang baik adalah percakapan yang terarah, bukan interogasi.
Baca juga artikel Seri selanjutnya:
Bagikan Artikel Ini ke:
Ditulis oleh:
Mujiyoko, B.Sc.
- Direktur LPK Para Informatika Computer Yogyakarta (1993-2007)
- Instruktur Komputer (1987-2007)
- Penulis & Edukator (2003-Sekarang)
Daftar Pustaka adaartikel (Seri 1)
Komentar
Posting Komentar