Ditolak Berkali-kali? Cara Bertahan Tanpa Menyerah (Seri-9)
Ditolak Berkali-kali? Cara Bertahan Tanpa Menyerah (Seri-9)
Ditolak saat melamar kerja itu melelahkan dan membuat kesal, bukan hanya fisik, biaya, waktu, tapi juga mental.
Akan terasa lebih berat lagi jika:
- sudah berusaha
- sudah berharap
- sudah ditekan keadaan
Penolakan sering membuat orang menjadi meragukan dirinya sendiri.
1. Penolakan Bukan Selalu Tentang Anda
Banyak hal di luar kendali pelamar:
- kuota terbatas
- posisi ditunda
- prioritas internal
- kebijakan mendadak
Ditolak bukan selalu berarti tidak mampu tetapi karena hal tersebut di atas.
2. Pisahkan Harga Diri dari Hasil Seleksi
Kesalahan paling berbahaya:merasa tidak berharga karena ditolak.
Ingat:
Anda lebih besar dari satu lowongannilai diri tidak ditentukan HRD
Seleksi kerja menilai kecocokan, bukan martabat.
3. Jadikan Penolakan sebagai Data
Setiap penolakan lamaran kerja memberi petunjuk:
- Apakah CV kurang tepat?
- Apakah strategi salah?
- Apakah posisi belum sesuai?
4. Jaga Rutinitas agar Mental Stabil
Saat menunggu hasil pengumuman:
- tetap bangun pagi
- tetap belajar
- tetap bergerak
Rutinitas sehari-hari tetap dijaga : pikiran tetap sehat, harapan tetap hidup dan ada.
5. Batasi Cerita ke Semua Orang
Tidak semua orang perlu tahu proses Anda melamar pekerjaan karena akan terlalu banyak komentar yang bisa :
- melemahkan mental
- memicu perbandingan
- menambah beban
Pilih lingkaran yang aman yaitu bercerita ke 1 atau 3 orang yang bisamendukung.
6. Ingat: Banyak yang Lolos di Percobaan Berikutnya
Banyak pekerja hari ini yang gagal 1–2 kali bahkan berkali-kali lalu lolos di saat yang tidak disangka-sangka. Bukan karena mereka lebih hebat, tetapi karena mereka sanggup bertahan.
Penutup
Menyerah itu mudah, bertahan itu proses. Yang membedakan bukan siapa paling pintar, tetapi siapa yang mampu bangkit setelah jatuh.
Ditulis oleh
- Direktur LPK Para Informatika Computer Yogyakarta (1993-2007)
- Instruktur Komputer (1987–2007)
- Penulis & Edukator (2003–sekarang)
π Baca juga artikel terkait :
Artikel Seri-10 (selanjutnya)
Komentar
Posting Komentar