Jejak Digital & Media Sosial: Penentu Diam-diam Kelolosan Kerja (Seri-8)

Jejak Digital & Media Sosial: Penentu Diam-diam Kelolosan Kerja (Seri-8)

Di era digital sekarang, HRD tidak hanya membaca CV, Mereka juga mencari atau menelisik nama pelamar di internet.

Tanpa disadari, ternyata media sosial sering menjadi penilaian tahap awal sebelum wawancara.

1. Nama Anda Mudah Dicari

Nama pelamar yang mempunyai media sosial cukup mudah ditemukan hanya mengetikan : Nama lengkap + kota.

Maka:

  • Akun media sosial
  • Komentar
  • Foto
  • Postingan lama

Semua bisa langsung muncul/ditemukan. Jejak digital adalah CV tak tertulis secara fisik.

2. Postingan Lama Bisa Jadi Masalah

Postingan lama sering menjadi catatan khusus bagi HRD yaitu tentang:

  • Ujaran kebencian
  • Emosi berlebihan
  • Konflik terbuka
  • Candaan berlebihan yang sensitif

Bukan berarti postingan harus “sempurna”, tetapi dewasa dan terkendali.

3. Media Sosial Tidak Harus Hilang, Tapi Ditata

Tidak perlu menghapus semua akun yang dimiliki tetapi cukup lakukan :

  • Pengaturan privasi
  • Arsipkan postingan sensitif
  • Ganti foto profil yang lebih netral

Media sosial bisa tetap aktif tanpa merugikan peluang kerja.

4. Gunakan Media Sosial sebagai Nilai Tambah

Jejak digital juga bisa menguatkan CV.

Contoh:

  • Berbagi insight pekerjaan
  • Portofolio kecil
  • Aktivitas komunitas
  • Tulisan reflektif
  • Tulisan inspirasi 

HRD akan melihat bahwa orang ini berpikir dan berkembang.

5. Komentar Sama Pentingnya dengan Postingan

Yang sering dilupakan pemilik akun di medsos adalah:

  • Komentar di grup
  • Balasan emosi
  • Debat kasar

Padahal komentar-komentar lebih jujur menunjukkan karakter.

Untuk menyiasati hal tersebut di atas cukup sederhana: Kalau ragu, jangan diketik.

6. LinkedIn Itu Wajah Profesional

LinkedIn bukan Facebook, oleh karena itu pastikan di akun :

  • Foto profil rapi
  • Ringkasan singkat & jelas
  • Pengalaman yang relevan

Tidak perlu pamer, tetapi cukup mencerminkan profesionalisme.

Penutup 

Jejak digital tidak bisa dihapus seluruhnya, tetapi bisa dikelola dengan sadar.

Di dunia kerja modern: yang diam-diam diperiksa sering kali yang menentukan.


Ditulis oleh
Mujiyoko, B.Sc.

  • Direktur LPK Para Informatika Computer Yogyakarta (1993-2007)
  • Instruktur Komputer (1987–2007)
  • Penulis & Edukator (2003–sekarang)

πŸ”— Baca juga artikel terkait :

Artikel Seri-7 (sebelumnya)

Artikel Seri-9 (selanjutnya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SISA KUOTANYA KEMANA ?

πŸ’ͺ Semangat di Masa Pensiun – Antara Rutinitas yang Berhenti dan Hidup yang Baru Dimulai

Nyadran di Dusun Pepe RT 01 Digelar, Warga Antusias Ikuti Doa Bersama